Mencontoh Dari Rasulullah SAW

Jan 29th, 2013 | By | Category: Artikel, Kajian Muamalah, Kisah Nabi dan Rasul | Viewed 685 views

Bulan Rabi’ul Awwal, menurut riwayat yang benar dan masyhur, merupakan bulan kelahiran baginda Rasulullah Muhammad saw. Oleh karenanya, bulan ini lebih sering dikenal dengan bulan Maulid Nabi atau bulan Mulud.

Amalan yang paling utama dilakukan oleh umat Islam di bulan Rabi’ul Awwal adalah memperbanyak membaca sholawat seraya merenungkan peri kehidupan Rasulullah saw. Sebab Allah telah menjamin bahwa kepribadiannya yang menjadikan rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil ‘alamin) merupakan keteladanan bagi seluruh umat manusia, tidak hanya kaum muslimin.

Allah swt. berfirman:

Ahzab ayat 21

Berikut ini beberapa keteladanan beliau yang dapat kita contoh (diambil dari buku Cara Rasulullah saw. Menghindari dan Menyembuhkan Penyakit karangan Ibnu Qayyum):

 

1. MAKAN

Nabi saw. makan menggunakan tangan kanan. Sewaktu makan, baginda menggunakan 3 jari dan sesudah makan jari-jarinya dihisap sebelum membersihkannya.

Beliau makan menggunakan suapan yang kecil, berhati-hati hingga makanan tidak terjatuh dari dulang atau tempat hidangan.

Beliau sering bertanya apakah hidangan makanan itu berbentuk hadiah atau sedekah. Bila makanan itu berbentuk sedekah, baginda tidak memakannya dan menyuruh sahabat makan tetapi bila makanan itu berbentuk hadiah, baginda akan turut makan bersama. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i dari Abu Hurairah).

 

2. TIDUR

Apabila Nabi saw. merebahkan diri di tempat tidur, beliau sering berdoa yang artinya: “Alhamdulillah yang telah memberi kami makan, minum, tempat perlindungan dan keperluan hidup karena masih banyak yang kurang makan, minum dan tidak mempunyai tempat tidur”. (HR. Bukhari Muslim, Abu Daud, Tirmizi dan Nasa’i dari Anas bin Malik).

Di waktu Nabi saw. hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya dibawah pipi kanan baginda. (HR. Thabrany dari Hafshah).

Sebelum Nabi saw. memejamkan mata, beliau berdoa:

Doa Mau Tidur

Bila bangun dari tidur, beliau mengucapkan:

Doa Bangun Tidur

3. MARAH

Kemarahan Nabi saw. adalah karena kebenaran, artinya karena kebenaranlah baginda melahirkan kemarahannya. Nabi saw. marah dengan cara sopan, sesuai dengan do’anya ini, yaitu: “Aku mohonkan kepada Engkau kalimat kebenaran pada saat marah dan suka”.

Maksudnya, Rasulullah saw. tidak berkata kecuali yang benar saja begitu juga waktu marah atau waktu tidak marah. Kemarahan Rasulullah saw. karena ada perkara yang tidak disukai yang menyalahi dari yang benar sebagaimana yang diajarkan agama atau yang terang-terangan dilarang oleh agama. [Kitab Matan al-Arba’in – Sheikh Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syirfuan-Nawawi]

Imam Ghazali berkata: “Kemarahan manusia bermacam-macam. Setengahnya lekas marah, lekas tenang dan lekas hilang. setengahnya lambat marah, lambat pula redanya. Setengahnya lambat akan marahnya dan lekas pula hilangnya. Yang akhir inilah yang terpuji. ”

 

4. KETAWA

Bila Nabi saw. ketawa, baginda akan meletakkan tangan di mulut baginda dan bila terjadi sesuatu yang mengembirakan, baginda akan mengucap syukur kepada Allah. Bila bercakap-cakap, baginda sentiasa tersenyum. (HR. Abu Daud dan Abu Musa)

 

5. WARNA dan PAKAIAN KESUKAAN

Warna yang disukai Nabi saw. ialah hijau dan pakaian yang digemari ialah habarah seperti kemeja panjang berwarna putih. (HR. Bukhari Muslim)

 

Di dalam buku karangan Ibnu Qayyum juga dijelaskan:

PENYEBAB RUSAKNYA BADAN, Perkara yang menyebabkan rusaknya badan yaitu perasaan cemas, gelisah, lapar dan tidak tidur malam (bukan tujuan qiyamullail)

MENERANGKAN PENGLIHATAN, Perkara yang bisa menerangkan pandangan dan menyejukkan hati yaitu melihat pada warna hijau, melihat air yang mengalir, melihat orang/barang yang disayangi dan melihat dedaunan.

Perkara yang bisa menggelapkan pandangan yaitu berjalan tanpa alas kaki (berkaki ayam), menyambut waktu pagi dengan wajah murka (masam), banyak menangis dan banyak membaca tulisan yang kecil-kecil.

PENYEBAB WAJAH BERSINAR, Perkara yang bisa menyebabkan wajah kelihatan kering (hilang cahaya) yaitu berdusta, tidak mempunyai perasaan malu, banyak bertanya tanpa ilmu dan banyak berbuat dosa.

Perkara yang bisa menyebabkan wajah bersinar yaitu menjaga marwah, jujur, dermawan dan takwa.

PERASAAN BENCI, Perkara yang menyebabkan perasaan benci yaitu sombong, dengki, berdusta dan suka mengadu domba.

PERKARA YANG MENDATANGKAN DAN MENGHALANGI REZEKI, Perkara yang bisa menyebabkan datangnya rezeki yaitu Qiyamullail (beribadah di waktu malam setelah tidur), banyak membaca istighfar di waktu sahur (waktu sebelum masuk waktu subuh), bersedekah dan berzikir di waktu pagi dan petang.

Perkara yang menyebabkan rezeki terhalang yaitu tidur di waktu pagi, sedikit mengerjakan sholat, malas dan khianat.

KEFAHAMAN DAN DAYA INGAT, Perkara yang bisa menyebabkan rusaknya ingatan dan kefahaman yaitu senantiasa makan buah yang masam, tidur pada tengkuk (belakang kepala), hati sedih dan fikiran cemas.

Perkara yang menyebabkan bertambahnya daya ingatan dan kefahaman yaitu kegembiraan hati, sedikit makan dan sedikit minum, mengawali makanan dengan sesuatu yang manis dan berlemak serta mengurangi kelebihan yang memberatkan badan.

 

Wallahu a’lam.

Disarikan dari buku Cara Rasulullah saw. Menghindari dan Menyembuhkan Penyakit karangan Ibnu Qayyum.

Baca Juga

Tags: ,