Hasan Mughni: Kiai Kampung Penjaga Tradisi Lokal Islam

Oct 21st, 2016 | By | Category: Tokoh Kita | Viewed 1,410 views

“Pesantren adalah penjaga tradisi lokal keislaman di Indonesia”, demikian kutipan presentasi yang disampaikan oleh Muhammad Nida’ Fadlan, M.Hum, Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun judul presentasi yang diangkat adalah “Sundanisasi Islam di Pesantren Abad Ke-20: Riset Awal tentang Teks Pupujian Karya Hasan Mughni, Kuningan, Jawa Barat”.

K.H. Hasan Mughni

K.H. Hasan Mughni

Dalam paparannya, Nida menyampaikan bahwa Hasan Mughni merupakan seorang ‘Kiai Kampung’ yang sangat moderat dan memiliki strategi khusus dalam upayanya memperkuat ajaran agama Islam di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Sebagai seorang ulama, Hasan Mughni menyadari bahwa masyarakat Kuningan, yang mayoritas penutur bahasa Sunda, memiliki keterbatasan dalam memahami agama Islam secara utuh disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama yang ditulis dalam bahasa Arab sebagai bahasa pertama dalam pengajaran agama Islam.

Untuk menjembatani hal tersebut, Hasan Mughni menerjemahkan kutipan-kutipan ajaran agama Islam ke dalam bahasa Sunda. Karyanya tersebut tidak ditulis dalam bentuk prosa melainkan dalam bentuk puisi atau nazam. Dari bentuk ini, Nida menilai bahwa Hasan Mughni, selain sebagai seorang ulama, juga seorang penulis puisi yang baik.

Hingga kini, teks Pupujian tersebut masih dilantunkan oleh para santrinya setiap usai salat fardu. Sebelum wafatnya, Hasan Mughni diketahui sempat mendirikan sebuah Pesantren Al-Ghoffaar Cikaso yang kini pengelolaannya dilanjutkan oleh para keturunan dan murid-muridnya.

Diskusi tersebut merupakan salah satu dari rangkaian Simposium Internasional Ke-16 Pernaskahan Nusantara yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Perpustakaan Nasional RI pada 26-29 September 2016 di Jakarta. Simposium tersebut menghadirkan 35 pemakalah dari 24 perguruan tinggi dan lembaga dari Inggris, Jepang, Jerman, Belanda, Malaysia, dan Indonesia. Selengkapnya dapat disimak melalui video berikut ini:

 

Baca Juga

Tags: , , ,