Arti Lambang Yayasan

logo yayasan

  1. Garis pinggir tebal berbentuk segi sembilan melengkung:
    • Adalah simbol keberadaan wali songo (wali sembilan) yang menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia yang akan selalu menjadi teladan umat manusia, khususnya warga Indonesia. Juga sebagai tanda bahwa lembaga/yayasan ini berada di negara Indonesia.
    • Apabila seluruh lengkung tajam (baik 9 yang menghadap keluar maupun 8 yang menghadap ke dalam) digabungkan maka akan berjumlah 17 yang merupakan jumlah rakaat shalat wajib yang harus selalu ditunaikan oleh setiap umat Islam. Juga dapat berarti tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang memperkuat bahwa lembaga/yayasan ini berada di negara Indonesia.
    • 1 Garis lengkung tajam di atas dan paling panjang menggambarkan bahwa tujuan hidup manusia hanyalah mengharap keridhaan satu-satunya Zat yang ada di atas, yaitu Allah swt.
    • Warna hijau lumut: Menunjukkan ketulusan, kesejukan, kesyukuran, kedamaian serta ketenangan semua penghuni lembaga/yayasan.
  2. Kitab Al-Qur’an dan Al-Hadis: Adalah pedoman umat manusia sepanjang masa yang juga sebagai pedoman lembaga/yayasan ini dalam berbakti kepada Allah dan umat manusia.
  3. Orang berada di dalam sepasang tangan yang membentuk rumah: Menggambarkan kepedulian lembaga/yayasan ini terhadap sosial kemanusiaan.
  4. Bola dunia berwarna biru: Dengan bekal keimanan (confidence), keilmuan (science) dan kemampuan (skill), seluruh penghuni dan binaan lembaga/yayasan, akan mampu menggiring air samudra kehidupan dan harapan serta mampu mengepakkan sayap insan al-kamil untuk menjelajah seantero belahan dunia.
  5. Dua buah bintang sembilan kecil: Merupakan lambang 99 Asma’ al-Husna yang selalu menjadi doa dan wirid kaum muslimin.
  6. Huruf cetak melingkar YAYASAN AL – GHOFFAAR CIKASO : Adalah nama lembaga/yayasan ini yang akan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Al-Hadis demi mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia dengan penuh ketakwaan (vertikal) dan kemanusiaan (horizontal).