Ajarilah Anak Anda dengan Kepala Dingin

Dec 15th, 2011 | By | Category: Artikel | Viewed 742 views

Ajari Anak dengan Kepala DinginBentuk penerapan disiplin yang terlalu keras pada anak — yang biasanya dilakukan orang tua muda — sebaiknya jangan dilakukan. Hal ini bisa mempengaruhi mental anak di masa mendatang.

Menurut sebuah survei, membentak dan mengancam adalah bentuk paling umum dari “arahan salah” yang dilakukan orang tua. Dibandingkan tindakan yang lebih ekstrim lagi, seperti mengancam, memaki, dan memanggil dengan kasar dengan panggilan bodoh, malas dan sebagainya, maka membentak adalah hal yang paling sering dilakukan.Kadang bukan hanya kepada anak, bayi pun kena bentak. Tetapi biasanya semakin muda usia orang tua, semakin sering pula mereka melakukan “tindakan disiplin” tersebut.

Dari survei itu, 90% mengaku melakukan bentuk-bentuk agresi psikologis saat dua tahun pertama usia anak. Dan 75% di antaranya mengaku melakukan bentakan atau berteriak pada anak. Seperempat orang tua menyumpahi atau memaki anaknya, dan sekitar 6% bahkan mengancam untuk mengusir sang anak. [Baca artikel lain : Kesalahan-kesalahan dalam Mendidik Anak].

Menurut Straus -ahli sosiolog-, tindakan ini membawa efek psikologis jangka panjang bagi sang anak, walaupun secara hukum belum bisa disebut kekerasan terhadap anak. Tetapi memang dampaknya tidak langsung kelihatan dan biasanya baru ketahuan setelah mereka semakin dewasa.

Straus menambahkan bahwa agresi psikologis itu bisa membuat anak menjadi sulit beradaptasi atau bahkan berperilaku buruk, karena berbagai faktor. Misalnya, menjadi kurang percaya diri, atau sebaliknya, menjadi pemberontak. [Silahkan baca juga : Apa Jadinya Kalau Anak Diperlakukan Begini]

Tetapi yang paling dikhawatirkan adalah kalau mereka melakukan hal yang sama terhadap anak mereka kelak. Padahal kalau secara psikologis, kelakuan anak yang salah seharusnya diperbaiki, bukan dibentak-bentak dan dimarahi, karena pada dasarnya mereka belum mengetahui mengapa mereka melakukan hal tersebut. Sebaiknya sejak sekarang kita mulai mencetak anak yang jenius tapi sholeh saja, silahkan baca caranya disini.

Jadi, kalau mengajari anak, sebaiknya emosi orang tua selalu dijaga ya !

(Dikutip dari : dokternasir.web.id)

Baca Juga

Tags: , ,